Program OPLAH Dorong Peningkatan Hasil Panen Padi di Desa Bumi Pratama Mandira hingga ±50 Persen.

OKI –walisongonusantaranews.com_
Hasil panen padi di Parit, Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada panen perdana tanggal 17 April 2026 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari hasil panen di lahan milik petani Pak Pani, produktivitas padi tercatat meningkat dari sekitar 69 Kandi per hektar pada tahun sebelumnya menjadi 103 Kandi per hektar pada musim panen tahun ini. Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 49–50 persen.

Ketua Kelompok Tani (Poktan), Bapak Dario, menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari dukungan program pemerintah melalui Optimasi Lahan (OPLAH) yang telah membantu perbaikan sistem tata air atau tanggul di kawasan persawahan tersebut.

Bapak Dario menjelaskan bahwa adanya normalisasi sungai dan perbaikan saluran air melalui program OPLAH memberikan dampak langsung terhadap pengelolaan irigasi yang lebih baik, sehingga lahan pertanian menjadi lebih optimal.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum adanya program tersebut, lahan persawahan di wilayah Parit Desa Bumi Pratama Mandira merupakan lahan bukaan mandiri petani yang pengelolaannya masih terbatas. Namun setelah adanya pengajuan dari Kelompok Tani, pemerintah memberikan dukungan melalui program OPLAH tahun 2025 yang berdampak pada peningkatan hasil produksi.

Lebih lanjut, Bapak Dario sebagai Ketua Poktan berharap ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan tambahan berupa pembangunan embung di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan embung sangat penting untuk menjaga ketersediaan air, terutama pada musim kemarau, agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan lebih stabil.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Didik Zulkarnaen, menyampaikan bahwa program OPLAH memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa hasil panen meningkat dari sekitar 5,5 ton per hektar menjadi sekitar 8,5 ton per hektar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam produksi padi petani setempat.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara petani, kelompok tani, penyuluh lapangan, serta dukungan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pertanian dan tata kelola air.

Peningkatan hasil panen ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi dorongan bagi pengembangan sektor pertanian di Desa Bumi Pratama Mandira, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

(Caswari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *